Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong Digelar di Jakarta Barat

By Admin


Dok. Humas DKI

nusakini.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan kawasan Rawa Belong sebagai proyek percontohan Kampung Budaya Betawi pada Sabtu (24/10). Penetapan ini ditandai dengan acara inaugurasi meriah yang berpusat di Pasar Bunga Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kolaborasi antara Kelurahan Sukabumi Utara dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta ini bertujuan melestarikan warisan leluhur secara nyata. Langkah tersebut juga dirancang untuk memperkuat identitas Jakarta yang tengah bersiap menjadi kota global berbudaya.

Lurah Sukabumi Utara, Ali Sahidin, menyebutkan bahwa peresmian ini merupakan puncak dari persiapan panjang sejak empat tahun silam. "Proses pembentukan hingga aktivasi Kampung Budaya Rawa Belong ini telah dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Menurut Ali, pemilihan lokasi ini didasarkan pada penilaian Dinas Kebudayaan terkait kuatnya citra kawasan dan aktifnya sanggar seni setempat. Masyarakat lokal diketahui masih secara rutin mempraktikkan kesenian tradisional yang menjadi representasi kuat kebudayaan Betawi.

Rangkaian perayaan inaugurasi berlangsung sejak pagi hari hingga ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat. Berbagai pertunjukan tradisional seperti silat, lenong preman, tari, dan orkes melayu turut memeriahkan agenda peresmian ini.

Pihak penyelenggara mengusung tema pelestarian silat, seni, dan silaturahmi pada perayaan tahun ini. Tema tersebut diklaim merepresentasikan semangat penguatan kebersamaan warga dalam menjaga warisan budaya.

Penetapan Rawa Belong mengawali rencana jangka panjang pemerintah kota untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah lainnya. Wilayah seperti Marunda, Tanah Abang, Petukangan, dan Condet juga telah diidentifikasi masuk dalam daftar episentrum kebudayaan.

Pemerintah daerah memproyeksikan proses replikasi program ke wilayah-wilayah tersebut bisa mulai dieksekusi pada tahun 2027 mendatang. "Kegiatan ini diharap menjadi model pengembangan Kampung Budaya yang berkelanjutan," kata Ali.

Sinergi lintas sektoral diyakini menjadi pondasi utama agar pelestarian kebudayaan ini terus berjalan optimal. Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan terus berkolaborasi menghidupkan ekosistem seni daerah di masa depan. (*)